Bitung,Portalsulutnew.com — Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 kembali menggairahkan denyut pariwisata Kota Bitung. Bukan sekadar pesta tahunan, festival yang dibuka di Satrol Kodaeral 8 Aertembaga, Sabtu (3/10/2026), diarahkan menjadi ruang promosi destinasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Tahun ini, gaung FPSL semakin kuat setelah masuk dalam 120 besar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Posisi tersebut menjadi peluang bagi Bitung untuk memperluas promosi potensi wisata bahari, khususnya pesona Selat Lembeh yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekayaan wisata unggulan Sulawesi Utara.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar saat membuka FPSL menegaskan bahwa keberhasilan festival tidak cukup hanya diukur dari kemeriahan acara. Menurutnya, setiap agenda pariwisata harus mampu meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Diharapkan melalui FPSL ini ada pemberdayaan bagi UMKM. Bukan hanya sekadar event biasa, tapi harus berdampak,” tegas Honandar.
Pesan tersebut memperlihatkan arah FPSL yang tidak hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi juga mendorong agar aktivitas wisata memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal.
Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Dengan masuknya FPSL dalam kalender KEN, Bitung memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan karakter wisata baharinya kepada khalayak yang lebih luas. Festival ini sekaligus dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal Selat Lembeh, kuliner lokal, produk kreatif hingga berbagai potensi ekonomi masyarakat.
Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Ketua dan Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Bitung serta jajaran Forkopimda.
FPSL 2026 akan berlangsung hingga 10 Oktober. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-36 Kota Bitung.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Tumengkol menjelaskan, seluruh rangkaian perayaan kemudian akan ditutup dengan agenda Pengucapan Syukur pada Minggu, 11 Oktober.
Dengan rangkaian tersebut, FPSL bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat citra Bitung sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Sulawesi Utara sekaligus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati perputaran ekonomi dari sektor pariwisata.(*/red)









