MANADO, Portalsulutnew.com – Terobosan pemerataan energi kembali dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama PT PLN (Persero). Tiga wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan layanan kelistrikan kini resmi menikmati listrik selama 24 jam penuh.
Layanan listrik 1 x 24 jam tersebut mulai diberlakukan di Desa Bebalang dan Desa Beeng Laut, Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Pulau Siladen, Kota Manado. Peresmian digelar secara hybrid, Kamis (13/08/2026), dari Ruang C.J. Rantung, Kantor Gubernur Sulut.
Langkah ini dinilai bukan sekadar menghadirkan penerangan sepanjang hari. Lebih jauh, listrik 24 jam menjadi bagian dari strategi pemerintah membuka akses pembangunan yang lebih merata hingga ke wilayah kepulauan.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menegaskan bahwa pemerataan energi merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat di seluruh wilayah Sulut memperoleh layanan dasar yang layak.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay saat membacakan sambutan Gubernur.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan PLN dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Victor.
Menurut Yulius, kehadiran listrik sepanjang hari memiliki efek berantai terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya membuat aktivitas rumah tangga lebih mudah, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan hingga pengembangan pariwisata.
Terlebih bagi wilayah kepulauan seperti Sangihe dan Siladen yang memiliki potensi ekonomi serta pariwisata bahari.
“Listrik 1 x 24 jam adalah urat nadi pembangunan, pemicu roda perekonomian, sarana peningkatan mutu pendidikan anak-anak kita, serta penguat sektor pariwisata bahari yang menjadi kebanggaan daerah,” kata Yulius.
Momentum penyalaan listrik penuh ini juga dinilai semakin bermakna karena berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dimana, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan dasar, termasuk energi listrik.
Gubernur Yulius menegaskan, karakter geografis Sulawesi Utara yang terdiri dari banyak pulau tidak boleh menjadi penghambat pemerataan pembangunan.
“Tidak ada masyarakat yang terbelakang dan tidak ada pulau yang terabaikan,” tegasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) UID Suluttenggo atas kerja keras dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan.
Apresiasi turut disampaikan kepada Pemerintah Kota Manado, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, TNI/Polri serta masyarakat yang ikut mendukung proses tersebut.
Kepada warga Desa Bebalang, Desa Beeng Laut dan Pulau Siladen, Yulius Selvanus mengingatkan agar fasilitas listrik yang telah tersedia tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal meningkatkan produktivitas.
“Jaga dan manfaatkan sarana kelistrikan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas, taraf hidup, dan kesejahteraan keluarga,” pesannya.
Peresmian berlangsung dengan melibatkan sejumlah lokasi. Pemprov Sulut mengikuti kegiatan dari Kantor Gubernur, sementara jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan PLN UP3 mengikuti kegiatan dari Beeng Laut.
Sementara itu, dari Pulau Siladen, kegiatan diikuti pemerintah desa bersama PLN ULP Paniki.
Dengan diresmikannya layanan listrik 24 jam tersebut, pemerintah berharap aktivitas masyarakat di tiga wilayah sasaran semakin bergerak. Peluang usaha dapat berkembang, kegiatan pendidikan berlangsung lebih optimal, dan potensi pariwisata dapat dikelola lebih maksimal.
Penyalaan listrik 24 jam di tiga wilayah ini menjadi penanda bahwa pembangunan tidak berhenti di pusat kota. Energi dan kesempatan pembangunan terus didorong hingga ke pulau-pulau terluar.
Pemerataan energi pun diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kepulauan secara berkelanjutan.***





