Buka PSR GMIM 2026, Gubernur Yulius Tekankan Iman dan Moral sebagai Fondasi Generasi Emas

oleh -985 Dilihat
oleh
Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan iman dan moral harus menjadi fondasi utama remaja GMIM saat membuka PSR Sinode GMIM 2026 di Manado.

SULUT, Portalsulutnew.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., menegaskan bahwa kekuatan iman dan karakter merupakan modal utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Pesan itu disampaikannya saat membuka secara resmi Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM Tahun 2026 di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026) malam.

Di hadapan ribuan remaja GMIM dari berbagai wilayah pelayanan, Gubernur Sulut mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan moral dan spiritual yang kuat. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut generasi muda memiliki fondasi iman yang kokoh agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif.

“Penting moral dulu, keimanan kita dulu. Percuma kita pintar kalau moral kita tidak beres, tidak ada gunanya. Spiritual dan intelektual harus seiring bersama-sama, tapi keimanan yang utama, tidak bisa tidak,” tegas Gubernur Yulius, disambut tepuk tangan peserta.

Dalam perspektifnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus dibangun melalui pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

Ia menilai, generasi muda yang memiliki integritas akan menjadi kekuatan besar bagi gereja, daerah, hingga bangsa.

Gubernur Yulius juga menegaskan bahwa PSR Sinode GMIM bukan sekadar ajang kompetisi seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang pembinaan iman, pengembangan talenta, serta pembentukan kepemimpinan bagi remaja GMIM agar mampu menjadi generasi yang berprestasi tanpa kehilangan jati diri sebagai pengikut Kristus.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas persaudaraan, mempererat persekutuan, serta terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kekristenan.

Secara khusus, Gubernur mengingatkan seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan di wilayah Manado Tenggara dan Manado Selatan agar menjaga sikap, etika, serta nama baik organisasi selama pelaksanaan kegiatan.

“Isilah kemampuanmu, jaga dan tingkatkan prestasimu di semua bidang. Namun saya mengingatkan, kalian semua harus tetap dalam koridor keimanan Yesus Kristus yang telah mengajarkan untuk tetap setia kepada-Nya. Hindari hal-hal negatif dan jaga kehormatan Remaja GMIM,” pesannya.

Menurut Gubernur Yulius, derasnya arus digital, media sosial, hingga berbagai persoalan pergaulan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi generasi muda. Karena itu, ia mengajak seluruh remaja GMIM menjadikan firman Tuhan sebagai kompas dalam menentukan setiap langkah kehidupan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh peserta untuk terus menghidupi hukum kasih sebagaimana diajarkan Yesus Kristus, yakni mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Ia optimistis, apabila nilai-nilai tersebut terus dipelihara, Remaja GMIM akan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Utara dan Indonesia.

Menurutnya, melalui pembinaan iman yang berkelanjutan serta pengembangan potensi generasi muda, Remaja GMIM akan menjadi kader gereja sekaligus calon pemimpin masa depan yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan karakter yang tangguh, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani.***

No More Posts Available.

No more pages to load.