Manado, Portalsulutnew.com – Kebakaran lahan dan alang-alang terus mewarnai musim kemarau di Kota Manado. Dalam kurun waktu Juni hingga 7 Oktober 2026, tercatat 498 kejadian yang membutuhkan penanganan petugas pemadam kebakaran.
Data rekapitulasi pemadaman hingga Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 07.30 WITA, menunjukkan lonjakan kejadian terjadi secara bertahap sejak memasuki pertengahan tahun.
Dari 498 kejadian tersebut, sebanyak 464 kasus terjadi di wilayah Kota Manado. Sementara 34 kejadian lainnya merupakan pemadaman perbantuan yang dilakukan petugas di wilayah Minahasa dan Minahasa Utara.
Tren peningkatan paling terlihat sejak Juli. Pada Juni hanya tercatat tiga kejadian. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 61 kejadian pada Juli.
Memasuki Agustus, kebakaran lahan dan alang-alang kembali meningkat tajam dengan 182 kejadian.
Kondisi semakin mengkhawatirkan pada September yang mencatat angka tertinggi, yakni 207 kejadian dalam satu bulan.
Sementara hingga 7 Oktober 2026, sudah terdapat 45 kejadian yang masuk dalam rekapitulasi kebakaran lahan dan alang-alang.
Dari sejumlah kecamatan di Kota Manado, Mapanget menjadi wilayah dengan catatan kejadian paling tinggi, mencapai 174 kasus sepanjang periode tersebut.
Rinciannya, 16 kejadian tercatat pada Juli, kemudian meningkat menjadi 64 kasus pada Agustus. Pada September, jumlahnya kembali naik menjadi 68 kejadian, sebelum tercatat 26 kasus hingga 7 Oktober.
Wilayah lainnya yang juga mencatat kejadian cukup tinggi yakni Bunaken Darat dengan 66 kejadian, Malalayang 51 kejadian, Paal Dua 46 kejadian, serta Singkil dan Wanea yang masing-masing mencatat 38 kejadian.
Tingginya kasus di sejumlah wilayah tersebut tidak terlepas dari kondisi lahan kering, alang-alang dan material yang mudah terbakar ketika berada dalam kondisi cuaca kering.
Selain menangani kebakaran lahan dan alang-alang, petugas juga harus menghadapi berbagai kejadian kebakaran lainnya.
Sejumlah bangunan rumah, rumah kost, ruko, gudang material kayu, kios, kendaraan hingga fasilitas umum dilaporkan mengalami kebakaran dalam periode yang sama.
Namun, kejadian tersebut tidak masuk dalam angka 498 kasus karena rekapitulasi tersebut secara khusus mencatat kebakaran lahan dan alang-alang.
Salah satu kejadian yang cukup menyita perhatian adalah kebakaran di TPA Sumompo. Penanganan kebakaran di lokasi tersebut mulai dilakukan sejak 24 September 2026 dan masih tercatat dalam proses pemadaman hingga 6 Oktober 2026.
Di luar Kota Manado, petugas juga memberikan bantuan penanganan kebakaran sebanyak 34 kejadian di wilayah Minahasa dan Minahasa Utara.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, potensi kebakaran lahan dan alang-alang tetap menjadi perhatian.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran sampah maupun material kering secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar ketika bertemu vegetasi kering dan kondisi lingkungan yang mendukung.
Rekapitulasi kejadian kebakaran lahan dan alang-alang menunjukkan:
– Juni: 3 kejadian
– Juli: 61 kejadian
– Agustus: 182 kejadian
– September: 207 kejadian
– Oktober hingga 7 Oktober: 45 kejadian
Total: 498 kejadian
Lonjakan tersebut menjadi gambaran kuatnya ancaman kebakaran lahan selama periode kering di Manado. Kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa terus bertambah.(*/ronay)









