BITUNG | Portalsulutnews.com – GOR Dua Saudara Bitung kembali bergetar pada hari kedua Tarsier Marching Competition (TMC), Sabtu (6/12). Dentuman perkusi, sorakan penonton, dan energi kompetisi memuncak saat Victory Marching Band SMP Negeri 8 Manado memasuki arena dengan performa yang membakar atensi seluruh ruangan.
Turun pada empat kategori bergengsi—Parade, Colour Guard, Wind Ensemble, dan Show Display. Tim kebanggaan Kota Manado ini langsung mengambil alih spotlight sejak langkah pertama. Kerapian, keberanian, dan intensitas permainan membuat mereka menjadi salah satu kontestan paling mencolok di hari kedua TMC.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Victory Marching Band memasuki arena Show Display, kategori pamungkas yang paling ditunggu. Perkusi menghentak stabil, wind ensemble mengalun presisi dan bertenaga, sementara colour guard memukau lewat koreografi penuh dinamika.
Penonton dibuat terperangah, dan sorakan dukungan menggema setiap kali formasi baru dieksekusi mulus tanpa satu pun kesalahan berarti.
Di balik performa solid ini, hadir kontribusi besar para pembina dan pelatih. Jurin Wuwungan sebagai guru pembina, bersama Rafel Alatada dan Gusti Kiay, berhasil memadukan disiplin, strategi, serta energi positif yang kemudian mengalir kuat ke seluruh personel.
Latihan intensif dan instruksi terarah menjadi kunci yang menumbuhkan kepercayaan diri tim di atas arena.
Tak hanya teknik, mental bertanding para personel Victory Marching Band juga terlihat semakin matang. Mereka tampil bukan sekadar untuk meramaikan, tetapi untuk bertarung, menantang, dan membuktikan bahwa mereka pantas berada di jajaran teratas kompetisi.
Kini, tim menantikan hasil penilaian dewan juri yang akan menentukan siapa yang berhak membawa pulang predikat terbaik tahun ini.
Melihat performa konsisten dan energi kompetitif yang ditunjukkan, Victory Marching Band SMPN 8 Manado berada di jalur yang sangat tepat untuk meraih hasil maksimal di TMC 2025. (romel)





