Tomohon, Portalsulutnew.com – Empat dekade perjalanan pengabdian tidak menghapus ikatan persaudaraan para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Almamater September Tahun Ajaran 1989 (SEPTA-89) Gelombang 1 (Gel-1).
Semangat itu kembali terlihat saat para personel SEPTA-89 menggelar ibadah syukur sekaligus silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-37 angkatan mereka di Melbie’s Resto, Rurukan, Kota Tomohon, Sabtu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mempererat hubungan di antara para abituren SEPTA-89, sekaligus mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama sejak mereka dilantik sebagai prajurit TNI AD pada September 1989.
Ibadah syukur dipimpin Pdt. Limpele, S.Th. Dalam renungan yang disampaikan, para anggota SEPTA-89 diajak untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesama rekan seangkatan serta menyerahkan setiap perjalanan kehidupan, termasuk kehidupan keluarga, kepada Tuhan.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pertemuan para prajurit yang telah melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari masa pendidikan dan penugasan hingga sebagian di antaranya memasuki masa purnawirawan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga diwarnai dengan penghormatan dan kenangan terhadap sejumlah rekan SEPTA-89 yang telah meninggal dunia.
Beberapa di antaranya gugur ketika menjalankan tugas operasi di Timor-Timur, sementara rekan lainnya meninggal dunia karena sakit.
Kenangan terhadap mereka menjadi pengingat bahwa perjalanan SEPTA-89 tidak hanya diisi cerita kebersamaan, tetapi juga pengabdian dan pengorbanan para prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Saat ini, keluarga besar SEPTA-89 tercatat beranggotakan 152 prajurit, baik yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa purnawirawan.
Untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan tersebut, telah terbentuk struktur kepemimpinan abituren SEPTA-89, masing-masing Mayor CHB Harold Tampil sebagai Pembina, Kapten Inf. Marthen Tangkere sebagai Ketua, Kapten Purn. Adri Kadowangko sebagai Sekretaris, serta Kapten Inf. Oral Piet Tatambihe sebagai Bendahara.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para abituren untuk kembali bertemu dengan sejumlah mantan pelatih yang pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka sejak masa pendidikan.
Di antaranya Peltu (Purn.) Jopi Pongoh dan Peltu Johanis Wowor. Kegiatan turut dihadiri keluarga besar SEPTA-89.
Dengan mengusung semangat “Satu Hati Satu Jiwa”, para anggota SEPTA-89 berkomitmen mempertahankan kekompakan dan keharmonisan meski perjalanan waktu telah membawa masing-masing anggota pada kehidupan dan kesibukan yang berbeda.
Bagi keluarga besar SEPTA-89, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Silaturahmi menjadi ruang untuk kembali mengingat masa lalu, menghormati rekan yang telah tiada, sekaligus menjaga tali persaudaraan yang telah terbentuk sejak 1989.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari keluarga besar SEPTA-89, termasuk Sanding Londong (Londong-Solung), yang juga merupakan pemilik Melbie’s Resto Rurukan Tomohon sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Semangat kebersamaan itulah yang terus dijaga para abituren SEPTA-89: berbeda perjalanan, berbeda pengabdian, namun tetap berada dalam satu ikatan persaudaraan.***







