MANADO | Portalsulutnew.com – Aroma tak sedap dari tubuh Perumda Wanua Wenang kian menyengat. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) untuk periode 2023–2025 mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang dan tata kelola keuangan yang amburadul, dengan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp11 miliar.
Temuan itu bukan hanya sebagai catatan administratif. Dalam laporan tersebut, indikasi pelanggaran aturan hingga dugaan memperkaya diri sendiri disebut berdampak langsung pada keuangan perusahaan daerah milik Pemkot Manado tersebut.
Sorotan tajam datang dari aktivis Sulawesi Utara, Iwan Aloisius Moniaga. Ia menegaskan, persoalan ini tidak hanya menyeret jajaran direksi dan Badan Pengawas Perumda, tetapi juga menyentuh posisi strategis Wali Kota Manado Andrei Angouw selaku Kuasa Pemegang Modal (KPM).
“LHP BPK-RI sudah sangat jelas. Ada temuan yang diduga melanggar aturan dan berdampak pada kerugian negara dalam pengelolaan perusahaan daerah,” tegas Moniaga.
Eks Presidium GMNI itu bahkan menilai, jika tidak ada langkah tegas dari KPM, maka hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai bentuk pembiaran. Ia menyebut unsur mens rea atau niat jahat bisa saja menjadi pintu masuk kajian hukum bila ada unsur kesengajaan atau kelalaian serius.
“Seharusnya wali kota segera mengambil tindakan terhadap oknum yang bertanggung jawab atas penggunaan dana di Perumda Wanua Wenang. Jika tidak, publik berhak mempertanyakan komitmen pengawasan,” tandasnya.
Tak berhenti di situ, Moniaga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera menindaklanjuti temuan BPK-RI. Ia juga meminta Kejaksaan Negeri Manado untuk mempercepat proses penanganan laporan dugaan korupsi yang telah ia ajukan.
“Kasus ini sudah masuk dalam daftar atensi. Jika belum ada perkembangan signifikan, saya akan meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara turun tangan,” pungkasnya.
Dugaan kasus korupsi ini kini menjadi ujian serius bagi tata kelola Perumda di Manado. Akankah temuan Rp11 miliar ini berakhir sebagai catatan di atas kertas, atau berlanjut ke meja hijau? (*/PSN)





