MANADO | Portalsulutnew.com — Kota Manado kembali menggerakkan mesin besar olahraga mereka. Pada Jumat (14/11/25), ratusan atlet resmi dilepas menuju gelanggang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025.
Namun di balik seremoni yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Walikota, tersirat pesan keras Manado bukan hanya tuan rumah tetapi Manado harus juara.
Sebanyak 583 atlet diturunkan, tersebar pada 34 cabang olahraga, menjadikan kontingen ini salah satu yang terbesar dalam sejarah Porprov.
Wajah-wajah serius para pelatih, pengurus, hingga atlet menunjukkan satu hal, tekanan sebagai tuan rumah nyata adanya.
Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang, yang memimpin langsung prosesi pelepasan, tidak membungkus kata-katanya.
“Harus juara umum. Sapu bersih medali emas,” tegasnya tanpa jeda.
Pesan itu bukan sekadar motivasi, tapi ultimatum moral bagi para atlet yang akan bertanding di depan publik sendiri.
Sualang juga menyoroti etika bertanding.
“Tuan rumah harus baik, tapi bukan berarti memberi peluang. Kalahkan lawan secara sportif. Kontingen Manado wajib berada di puncak,” katanya menutup sambutan.
Ketua Kontingen sekaligus Ketua Harian KONI Manado, Reza Rumambi, menguatkan nada optimistis itu. Menurutnya, seluruh cabang olahraga sudah memasuki fase siap tempur.
“Sebagai tuan rumah, tidak ada pilihan lain selain juara umum,” ujar Rumambi.
Baca juga: Manado Siaga! Ratusan Personel Gabungan Amankan Porprov XII Sulut 2025
Sinyal serupa datang dari Ketua KONI Manado Rio Dondokambey, yang juga anggota DPR RI. Tak hanya menuntut medali, Rio menegaskan pentingnya menjaga integritas atlet Manado.
“Raih prestasi maksimal, tetap junjung sportivitas. Medali emas harus dibawa pulang,” pungkasnya.
Porprov XII Sulut 2025 dipandang sebagai panggung besar untuk mengorbitkan atlet muda menuju level nasional. Dan bagi Kota Manado, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi untuk pembuktian kekuatan, strategi, dan gengsi sebagai tuan rumah.
Dengan target setinggi ‘sapu bersih’, satu hal jelas. Lampu arena Porprov belum menyala, namun tekanan dan ambisi Manado sudah terasa sejak pelepasan kontingen dimulai. (Advetorial)









