Arus Bawah Dorong Duet Richard Sualang – Lucky Senduk Sebagai Poros Baru Menuju Manado 2029

oleh
Richard Sualang - Lucky Senduk

MANADO | Portalsulutnew.com — Temperatur politik di Kota Manado kembali meningkat meski Pilkada 2024 baru saja selesai dan pasangan petahana Andrei Angouw–Richard Sualang kembali memimpin untuk periode kedua. Namun di balik stabilitas pemerintahan yang baru berjalan, percakapan arus bawah mulai membentuk poros baru untuk kontestasi politik berikutnya.

Nama Richard Sualang, yang kini menjabat Wakil Wali Kota Manado sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Manado, mulai disandingkan dengan Lucky Senduk, Direktur Utama PD Pasar Manado. Keduanya ramai disebut sebagai duet potensial untuk memimpin Manado pada periode selanjutnya.

Di kalangan akar rumput, pasangan Sualang–Senduk dianggap sebagai komposisi ideal. Pengalaman birokrasi dan politik Sualang dipadukan dengan energi muda dan kedekatan Senduk dengan komunitas pasar serta sektor ekonomi kerakyatan.

Sualang disebut-sebut sebagai figur paling siap melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai Wali Kota, mengingat rekam jejaknya sebagai Wakil Wali Kota dua periode, pengaruhnya di internal PDI-P, serta tingkat penerimaan publik yang stabil.

Sementara Lucky Senduk dinilai sebagai representasi generasi baru kepemimpinan kota, dengan posisi strategis yang membuatnya dekat dengan dinamika masyarakat dan kebutuhan ekonomi mikro perkotaan.Lucky Senduk juga pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Manado, Eks Komisioner KPU Manado, Eks Wakil Ketua DPD PDI-P Sulut.

Baca juga: UMKM Sario Tumpaan Tembus Pasar Nasional dan Global, Wawali Richard Pastikan Pembinaan Pemkot Tepat Sasaran

Isu duet ini bukan sekadar bisik-bisik. Dalam beberapa pekan terakhir, wacana tersebut menjadi bahan diskusi politik mulai dari level komunitas hingga elite menengah kota.

Seorang politisi senior Manado yang enggan dipublikasikan namanya menilai wacana ini memiliki basis kuat.

“Politik itu cair. Ada kecenderungan publik saat ini mencari kombinasi pemimpin berpengalaman tapi tetap adaptif terhadap perubahan. Duet Sualang–Senduk memenuhi dua spektrum itu, sehingga cepat diterima arus bawah,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Richard Sualang maupun Lucky Senduk. Namun, diamnya kedua tokoh justru memperkuat persepsi publik bahwa manuver politik menuju Manado 2029 telah mulai dirancang dari bawah.

Jika gelombang dukungan ini terus membesar, tidak menutup kemungkinan peta politik Manado akan mengalami pergeseran besar, dengan hadirnya poros baru yang dapat menantang konfigurasi kekuatan yang ada saat ini.

Duet Sualang–Senduk bahkan diprediksi bisa menjadi kunci arah baru kepemimpinan Kota Manado, menghadirkan gaya pemerintahan yang lebih kolaboratif, modern, dan responsif sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan pembaruan tanpa meninggalkan pengalaman. **

No More Posts Available.

No more pages to load.