Manado,Portalsulutnew.com — Barisan pelayanan Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado periode 2026–2030 kini semakin berwarna. Sejumlah jurnalis senior di Sulawesi Utara ikut mengambil bagian dalam kepengurusan, khususnya memperkuat Media Center KBK Keuskupan Manado.
Kehadiran para pelaku media tersebut terungkap dalam Rapat Pleno Pengurus KBK Keuskupan Manado Periode 2026–2030, yang digelar di Gereja Stasi Santa Veronika Paniki Dua, Paroki Yesus Gembala Baik, Paniki, Sabtu (3/10/2026).
Bagi para jurnalis yang selama ini berkecimpung di dunia pemberitaan, bergabung dalam organisasi kategorial KBK bukan sekadar menambah struktur kepengurusan. Mereka diberikan ruang untuk ikut mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi, nilai-nilai pelayanan, serta berbagai karya KBK kepada umat dan masyarakat.
Sejumlah nama yang masuk dalam jajaran kepengurusan antara lain Ketua PWI Manado Arsenius Hut Kamrin Tawi, yang saat ini memimpin redaksi KOMENTAR.ID; Simon Gesimaking, mantan jurnalis SKH KOMENTAR sekaligus pemilik Jejakpublik.com; Yoseph Ikanubun, mantan wartawan SKH Metro dan pemilik Detikmanado.com; serta Guido Merung, mantan wartawan Antara.com.
Sementara itu, jurnalis senior Jemmy Senduk dipercayakan sebagai Wakil Ketua VII sekaligus mendapat tugas mengawasi Media Center KBK Keuskupan Manado.
Masuknya sejumlah jurnalis senior ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KBK Keuskupan Manado memperkuat komunikasi dan distribusi informasi, sehingga berbagai program pelayanan tidak hanya berjalan di internal organisasi, tetapi juga dapat diketahui umat dan masyarakat secara lebih luas.
Hut Kamrin menyambut kepercayaan tersebut dengan penuh sukacita.
Menurutnya, keterlibatan dalam KBK justru memberikan ruang baru bagi para jurnalis untuk menjalankan tugas dan pengalaman mereka dalam semangat pelayanan.
“Karena di organisasi kategorial ini, kita diajak untuk selalu bersyukur, menjalankan tugas dengan penuh sukacita, tidak bersungut-sungut. Artinya, KBK KM sudah memberikan ruang ekspresi bagi kami. Di situlah kami bergembira. Terima kasih Ketum, Sekum dan Bendum yang sudah mengakomodir kami,” ujar Hut Kamrin.
Rapat pleno perdana tersebut tidak hanya membahas struktur kepengurusan. Agenda utama diarahkan pada konsolidasi sekaligus menerjemahkan Arah Dasar Pastoral Keuskupan Manado Tahap II 2026–2030 ke dalam program dan karya nyata KBK.
Ketua Umum KBK Keuskupan Manado Dr. Ir. Charles R. Ngangi mengatakan, rapat pleno menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh pengurus dalam menjalankan pelayanan selama periode kepengurusan.
“Itu menekankan pengembangan jati diri dan martabat Gereja dalam komunitas yang berbasis Sabda, Iman, Persaudaraan, Kerasulan, dan Masyarakat,” jelas Ngangi.
Menurutnya, rapat pleno menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, menyusun program kerja, serta memastikan pelayanan KBK semakin nyata dan menyentuh kehidupan keluarga, Gereja maupun masyarakat.
Dalam semangat berjalan bersama sebagai satu Gereja, KBK Keuskupan Manado di bawah kepemimpinan Charles R. Ngangi bersama Sekretaris Umum John F. Iroth dan Bendahara Umum Lock F.X. Kojongian, berkomitmen menjadikan periode 2026–2030 sebagai momentum penguatan keluarga Katolik, persaudaraan, pelayanan, serta kontribusi nyata bagi Gereja dan masyarakat.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan perhatian pastoral yang disampaikan dalam rangka pelantikan pengurus, termasuk penguatan keluarga dan ketahanan pangan.
Sekretaris Umum KBK Keuskupan Manado, John F. Iroth, menegaskan semangat tersebut dalam sebuah kalimat yang menjadi benang merah pelayanan organisasi.
“Dari Sabda menuju tindakan. Dari persaudaraan menuju pelayanan. Dari keluarga menuju Gereja dan masyarakat,” ujar Iroth.
Dalam rapat pleno tersebut, KBK Keuskupan Manado juga memperkenalkan jajaran pengurus sekaligus tim Media Center yang diisi sejumlah pelaku media massa berpengalaman.
Kehadiran Media Center diharapkan menjadi salah satu penggerak komunikasi organisasi, terutama dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan, program serta karya pelayanan KBK Keuskupan Manado.
Dengan masuknya para jurnalis senior, pengalaman mereka di dunia media diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun pola komunikasi yang lebih efektif sekaligus memperluas jangkauan informasi pelayanan KBK.
Iroth berharap seluruh pengurus dapat menjadikan periode 2026–2030 sebagai perjalanan bersama yang dilandasi persaudaraan dan kekompakan.
“Semoga ini menjadi momentum penuh persaudaraan dan kekompakan untuk membangun keluarga yang sehat, membangun Gereja dan Tanah Air. KBK Keuskupan Manado 2026–2030, Pro Familia, Pro Ecclesia, Pro Patria,” pekik Iroth.
Rapat pleno tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya perjalanan baru KBK Keuskupan Manado periode 2026–2030—dengan semangat pelayanan yang tidak berhenti pada struktur, tetapi bergerak dari sabda menuju tindakan dan dari persaudaraan menuju karya nyata.(*/ronay)










