Drainase Dikeruk, Sampah Menumpuk: Sidak Wali Kota Andrei Angouw Bongkar Akar Banjir di Manado

oleh
oleh
Wali Kota Andrei Angouw Sidak Drainase di Manado
Sidak Wali Kota Manado Andrei Angouw mengungkap fakta mengejutkan di balik banjir: drainase tersumbat sampah hingga bangkai hewan, jadi penyebab utama genangan air di sejumlah wilayah.

MANADO | Portalsulutnew.com — Upaya normalisasi drainase di sejumlah titik Kota Manado mulai digencarkan. Namun, sidak yang dipimpin langsung Andrei Angouw justru membuka fakta lain: persoalan banjir tak melulu soal infrastruktur, tapi juga ulah warga sendiri.

Didampingi Sekretaris Daerah Steaven Dandel dan Kepala Dinas PUPR Johny Suwu, Wali Kota menyisir sejumlah titik rawan genangan, mulai dari Titiwungan Utara, Tikala Ares hingga Kombos Barat.

Fokus utama tertuju di Kelurahan Titiwungan Utara, Kecamatan Sario. Di lokasi ini, alat berat dikerahkan untuk mengeruk saluran yang dipenuhi sedimentasi. Endapan lumpur yang menahun dinilai jadi salah satu penyumbat aliran air.

Namun di balik pengerukan itu, terungkap persoalan yang lebih “kotor”.
Seorang warga secara blak-blakan mengungkap penyebab utama luapan air adalah sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke dalam drainase.

Bahkan, temuan paling mencengangkan bangkai anjing yang dibungkus plastik dan dibuang ke saluran air.

“Luapan air terjadi karena banyak sampah yang dibuang ke saluran. Bahkan ada yang buang anjing mati,” ujar warga di hadapan Wali Kota.

Temuan ini mempertegas ironi, di satu sisi pemerintah berjibaku memperbaiki sistem drainase, di sisi lain perilaku warga justru memperparah kondisi.

Andrei Angouw menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada proyek fisik semata. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi penentu utama.

“Ini bukan hanya soal teknis. Kalau perilaku tidak berubah, masalah akan terus berulang,” tegasnya.

Pemerintah Kota Manado kini dihadapkan pada dua pekerjaan besar sekaligus, yakni membenahi infrastruktur yang tersumbat, dan membangun kesadaran publik yang selama ini kerap diabaikan.

Tanpa keduanya berjalan beriringan, pengerukan drainase hanya akan menjadi solusi sementara dan sampah terus mengintai jadi biang bencana berikutnya.(ronay)

No More Posts Available.

No more pages to load.