Cegah Intoleransi, Polda Sulut Tekankan Peran Polisi Merawat Persatuan dan Kebinekaan

oleh
oleh

Manado, Portalsulutnew.com – Menjaga keamanan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan kemampuan merawat keberagaman dan mencegah berkembangnya sikap intoleran. Hal ini menjadi perhatian Polda Sulawesi Utara melalui sosialisasi pencegahan radikalisme dan intoleransi bagi personel di Aula Catur Prasetya Mapolda Sulut, Selasa (20/10/2026).

Sosialisasi tersebut dibuka Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi, S.I.K., M.H., M.M., dengan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Sulut.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran anggota Polri dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, terutama di tengah perbedaan latar belakang agama, pandangan, dan budaya. Sikap menghormati keberagaman dinilai perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas keamanan.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Polda Sulut menghadirkan tiga narasumber, yakni Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Sulawesi Utara Johnny Alexander Suak, S.E., M.Si., serta Kasatgaswil Sulawesi Utara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol I Nyoman Sarjana, S.I.K., M.A.P.

Para narasumber membahas bahaya radikalisme dan intoleransi, penguatan wawasan kebangsaan, serta pentingnya mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan Pancasila dan semangat kebinekaan.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo mengatakan, sosialisasi ini menjadi bagian dari pembinaan personel agar mampu menjalankan tugas dengan berpegang pada nilai kebangsaan, toleransi, dan profesionalisme.

Ia menekankan bahwa setiap anggota Polri harus mampu menjadi teladan dalam menghormati perbedaan dan menjaga persatuan, baik saat bertugas maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

“Pencegahan radikalisme dan intoleransi membutuhkan komitmen bersama. Karena itu, personel Polri harus terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, serta mengedepankan pendekatan yang persuasif dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Menurut Endrastiawan, pendekatan yang humanis dan sesuai aturan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Karena itu, upaya pencegahan perlu melibatkan kerja sama berbagai pihak, bukan hanya mengandalkan langkah aparat kepolisian.

“Diharapkan sosialisasi ini memperkuat komitmen seluruh personel untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, mengedepankan toleransi, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai”,tandas Endrastiawan.

Dengan pemahaman kebangsaan yang semakin kuat dan sinergi yang terjaga, upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan dapat berjalan seiring dengan terpeliharanya persatuan dalam keberagaman.(*/psn)

Views 372

No More Posts Available.

No more pages to load.