Manado,Portalsulutnew.com — Perdagangan manusia masih jadi ancaman nyata di Sulawesi Utara. Tak mau tinggal diam, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat barisan melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Langkah itu ditegaskan saat menerima audiensi Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU), Senin (09/9/2025). Organisasi yang berdiri sejak 2012 ini dikenal sebagai salah satu benteng terdepan melawan TPPO, mulai dari edukasi, pengawasan jalur transit, hingga pendampingan korban.
Baca : MUBESLUB GPdI 2025 di Manado: Gubernur Sulut Tegaskan Gereja Mitra Strategis Bangun Bangsa
Founder YKYU, Mike Merser bersama Direktur Eksekutif Winda Winowatan mengapresiasi dukungan Pemprov Sulut.
Menurut mereka, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memutus rantai tindak pidana perdagangan orang yang kerap menyasar kelompok rentan, terutama kaum muda.
Gubernur Yulius menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan perjuangan ini berjalan sendiri.
“Perang melawan perdagangan manusia adalah panggilan moral bersama. Sekolah, guru, dan masyarakat harus jadi garda terdepan edukasi,” tegasnya.
Ia juga memastikan langkah pencegahan akan lebih dimasifkan. Fokus diarahkan pada pendidikan, pemahaman akar masalah, hingga penguatan perlindungan sosial.
Audiensi ini bukan seremoni biasa. Pesannya jelas, Sulut mengirim sinyal tegas bahwa pemerintah dan mitra sosial seperti YKYU akan berdiri sejajar, menjaga generasi dan melindungi masa depan dari ancaman perdagangan manusia. (*/Romel)





