Air PDAM Manado Diduga Tercemar “Tinja Manusia” Alarm Kesehatan Warga Menyala, Gubernur Yulius Diminta Bertindak Cepat

oleh
oleh
Air PDAM Manado diduga tercemar e-colly
Temuan bakteri E-Coli dalam air PDAM Manado memicu alarm kesehatan. Gubernur Yulius Selvanus didesak segera bertindak untuk melindungi ribuan warga dari risiko penyakit akibat air tercemar.

MANADO | Portalsulutnew.com – Ancaman serius bagi kesehatan publik mencuat di Kota Manado. Air bersih yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, justru terindikasi terkontaminasi bakteri berbahaya E-Coli – mikroorganisme yang berasal dari tinja manusia dan berisiko memicu penyakit pencernaan hingga infeksi serius.

Desakan keras pun ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus SE, agar segera mengambil langkah cepat dan tegas menyikapi temuan tersebut.

Pasalnya, air produksi PDAM Manado digunakan oleh lebih dari 104 ribu jiwa atau sekitar 22,76 persen warga kota hingga triwulan III 2025.

“Saatnya gubernur menyikapi serius persoalan ini. Ini bukan sekadar layanan air, ini soal keselamatan kesehatan masyarakat,” tegas Iwan Aloisius Moniaga saat bersama wartawan media ini, Selasa (24/03/2026).

Menurutnya, air yang terkontaminasi bakteri E-Coli berpotensi menyebabkan diare, muntah, hingga gangguan infeksi saluran pencernaan, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Ia menegaskan, penyediaan air bersih yang aman merupakan tanggung jawab mutlak pemerintah, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Sorotan juga mengarah ke Wali Kota Manado, Andrei Angouw, yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret sebagai Kuasa Pemilik Modal PDAM.

Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani.

Lanjutnya, data resmi dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) menguatkan kekhawatiran tersebut.

“Hasil uji Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado pada 31 Oktober 2025 terhadap 13 Instalasi Pengolahan Air (IPA) menemukan sejumlah parameter melebihi ambang batas, termasuk tingkat kekeruhan, E-Coli, dan Total Coliform”,tegas eks Presidium GMNI Iwan Moniaga.

Tambahnya, temuan yang terlampir dalam LHP BPK-RI ini menjadi sinyal darurat bagi sektor kesehatan lingkungan di Manado.

“Jika tidak segera diintervensi oleh Gubernur Sulut, potensi wabah penyakit berbasis air bisa menjadi ancaman nyata bagi rakyatnya khususnya di kota Manado pengguna air produksi PDAM Manado”,tegas Moniaga.***

No More Posts Available.

No more pages to load.