Akademik, Riset, dan Keuangan: Tiga Pilar Pengalaman Prof. Roike Montolalu Menuju Rektor UNSRAT

oleh
oleh
Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc.,

SULUT | Portalsulutnew.com – Pengalaman memimpin program studi, mengembangkan penelitian, mengelola fakultas, hingga menangani keuangan universitas menjadi modal utama Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc., dalam mengikuti penjaringan bakal calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) periode 2026–2030.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNSRAT yang kini menjabat Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum tersebut resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada Selasa (3/11/2026).

Keikutsertaan Montolalu dalam bursa kepemimpinan UNSRAT bukan sekadar membawa latar belakang akademik sebagai profesor, tetapi juga pengalaman manajerial yang telah ditempa melalui sejumlah posisi strategis di lingkungan universitas.

Selama lebih dari 15 tahun, ia menjalankan tanggung jawab mulai dari Ketua dan Koordinator Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dekan FPIK, hingga Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum.

Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam berbagai aspek penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, pengembangan penelitian, pengelolaan fakultas, hingga tata kelola keuangan dan sumber daya universitas.

Dari Program Studi hingga Pimpinan Universitas

Perjalanan kepemimpinan Montolalu dimulai dari tingkat program studi. Pada 2010, ia dipercaya menjabat Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UNSRAT, kemudian melanjutkan tugas sebagai Koordinator Program Studi pada 2014–2018.

Selama delapan tahun menjalankan tanggung jawab tersebut, ia terlibat dalam pengembangan kurikulum, penyelenggaraan pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, pengelolaan laboratorium, serta sistem penjaminan mutu akademik.

Dalam periode pengelolaannya, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan mencatat akreditasi A. Pada 2014, Montolalu juga meraih penghargaan Koordinator Program Studi Berprestasi Peringkat I tingkat UNSRAT.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami persoalan pendidikan tinggi dari tingkat paling mendasar, yakni bagaimana memastikan mahasiswa memperoleh pembelajaran berkualitas, dosen memiliki kompetensi memadai, serta fasilitas akademik mampu mendukung proses pendidikan.

Bagi seorang calon rektor, pengalaman mengelola program studi memberikan pemahaman mengenai kebutuhan riil dosen dan mahasiswa yang menjadi bagian utama kehidupan universitas.

Mengembangkan Penelitian dan Pengabdian di Tingkat Universitas

Pengalaman manajerial Montolalu kemudian berkembang ke bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada 2018–2022, ia menjabat Sekretaris LPPM UNSRAT. Posisi tersebut memperluas tanggung jawabnya dari pengelolaan akademik satu program studi menjadi koordinasi penelitian dan pengabdian di tingkat universitas.

LPPM memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas penelitian dosen, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, pengelolaan hibah kompetitif, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam periode tersebut, UNSRAT mencatat perkembangan pengakuan kinerja penelitian dan pengabdian, termasuk pencapaian Klaster Mandiri untuk penelitian serta Klaster Unggul dalam pengabdian kepada masyarakat.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai unsur universitas, mulai dari pimpinan LPPM, dosen, peneliti, hingga tenaga pendukung.

Pengalaman di LPPM memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem penelitian yang berkelanjutan, dengan dukungan pendanaan, fasilitas laboratorium, pengembangan sumber daya peneliti, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional.

Memimpin Fakultas dengan Tanggung Jawab Lebih Luas

Tahap berikutnya berlangsung pada Februari 2022 ketika Montolalu terpilih sebagai Dekan FPIK UNSRAT melalui mekanisme pemilihan Senat fakultas pada 17 Februari 2022.

Ia menjalankan jabatan tersebut hingga 2024 sebelum memperoleh penugasan di tingkat rektorat.

Sebagai dekan, tanggung jawabnya mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan fasilitas, serta anggaran fakultas.

Posisi ini menuntut kemampuan mengoordinasikan berbagai program studi, menyelaraskan kebijakan akademik dengan kebutuhan tenaga pengajar, serta memastikan tersedianya sarana pendukung pendidikan dan penelitian.

Pengalaman memimpin fakultas menjadi tahapan penting dalam perjalanan manajerial Montolalu karena mempertemukannya dengan kompleksitas pengelolaan organisasi akademik yang memiliki beragam kebutuhan dan karakteristik keilmuan.

Pengalaman Mengelola Keuangan dan Sumber Daya UNSRAT

Pada 2024, Montolalu dipercaya menjadi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, yang kemudian menggunakan nomenklatur Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum.

Jabatan tersebut menempatkannya pada salah satu sektor strategis penyelenggaraan perguruan tinggi negeri, yakni pengelolaan keuangan, layanan umum, sumber daya manusia, serta barang milik negara dan aset universitas.

UNSRAT sebagai perguruan tinggi negeri dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) memiliki kebutuhan tata kelola yang kompleks.

Pengelolaan anggaran harus berjalan seiring dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan, pengembangan penelitian, pemeliharaan fasilitas, peningkatan pelayanan administrasi, serta penguatan sumber daya manusia.

Di sisi lain, pengelolaan keuangan juga menuntut ketepatan pelaksanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, administrasi aset, serta pertanggungjawaban keuangan yang transparan dan akuntabel.

Pengalaman Montolalu di bidang tersebut memberikan pemahaman mengenai hubungan langsung antara tata kelola sumber daya dan keberlangsungan tridharma perguruan tinggi.

Dengan demikian, rekam kepemimpinannya tidak hanya berada pada sektor akademik, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya universitas secara lebih luas.

Guru Besar Lulusan Jepang dengan Rekam Penelitian Internasional

Di balik pengalaman manajerial tersebut, Montolalu memiliki latar belakang akademik yang kuat dalam bidang teknologi hasil perikanan.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknologi Hasil Perikanan di UNSRAT pada 1997.

Melalui beasiswa Pemerintah Jepang, Monbukagakusho, ia melanjutkan pendidikan magister Food Science and Technology di Tokyo University of Marine Science and Technology dan lulus pada 2007.

Pada universitas yang sama, ia memperoleh gelar doktor bidang Applied Marine Bioscience pada 2010.

Pengalaman akademiknya juga mencakup kegiatan penelitian di Jepang melalui Japan Society for the Promotion of Science pada 2000 dan 2003, serta visiting research pada 2015 dan 2017.

Pada 2024, Montolalu memperoleh jabatan akademik Guru Besar Bidang Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan. Pengukuhannya sebagai profesor berlangsung pada 16 Januari 2025.

Bidang penelitiannya meliputi teknologi pengolahan ikan, pemanfaatan karagenan rumput laut, gelatin dan kolagen hasil perikanan, pangan fungsional, serta teknologi pengemasan pangan berbahan hasil laut.

Berdasarkan profil Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Montolalu tercatat memiliki 23 publikasi terindeks Scopus dengan indeks-h Scopus 6.

Portofolio akademiknya juga mencakup publikasi pada jurnal nasional terakreditasi, tujuh buku ber-ISBN, serta sejumlah invensi teknologi hasil perikanan.

Pada Maret 2017, ia memperoleh penghargaan Penyaji Terbaik I dalam Seminar Hasil Program Riset Terapan yang Selesai Tahun 2016 untuk Kawasan Timur Indonesia.

Ia juga memiliki pengalaman sebagai reviewer penelitian kompetitif nasional melalui Simlitabmas dan BIMA, serta reviewer akademik Beasiswa Pendidikan Indonesia.

Rekam tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, publikasi, inovasi, serta evaluasi kualitas penelitian.

Memahami Penjaminan Mutu melalui Pengalaman Asesor Nasional

Aspek lain yang memperkuat profil Montolalu adalah pengalaman dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Berdasarkan biodata September 2026, ia tercatat sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 2015.

Ia juga menjadi Asesor LAM Teknik sejak 2022 dan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) sejak 2025.

Pengalaman sebagai asesor berkaitan dengan evaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, pemeriksaan dokumen, verifikasi data, serta asesmen lapangan.

Di tingkat institusi, Montolalu pernah menjadi anggota Tim Penyusun Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi UNSRAT pada 2015–2017.

Pada Desember 2017, UNSRAT memperoleh akreditasi institusi peringkat A dengan nilai 367 dari BAN-PT.

Ia kembali terlibat dalam penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) UNSRAT pada 2021, yang menjadi bagian dari proses pencapaian akreditasi institusi Unggul.

Kedua capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur universitas. Keterlibatan Montolalu menjadi bagian dari pengalaman profesionalnya dalam pengembangan sistem penjaminan mutu institusi.

Pengalaman sebagai asesor nasional memberikan perspektif mengenai standar mutu pendidikan tinggi, sekaligus pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja akademik dan tata kelola universitas.

Memperluas Jejaring melalui Organisasi Profesi

Di luar lingkungan kampus, Montolalu aktif membangun jejaring akademik dan profesional.

Ia menjabat Koordinator Wilayah Sulawesi Utara Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI), berdasarkan Surat Keputusan Ketua MPHPI Nomor 01/PP-MPHPI/2023 tentang Susunan Kepengurusan Periode 2023–2028.

Selain itu, ia dipercaya sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Manado.

Keterlibatan dalam kedua organisasi tersebut berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi profesional, penelitian kolaboratif, inovasi teknologi, serta penguatan hubungan antara akademisi, praktisi, industri, pemerintah, dan masyarakat.

Pada 21 Juni 2024, PATPI Cabang Manado menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pengembangan pangan lokal untuk menunjang wisata kuliner di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Montolalu selaku Ketua PATPI Cabang Manado.

Jejaring organisasi profesi menjadi salah satu ruang penting bagi perguruan tinggi untuk memperluas kolaborasi, meningkatkan relevansi penelitian, serta mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Penelitian yang Berorientasi pada Kebutuhan Masyarakat

Orientasi penelitian Montolalu terhadap kebutuhan masyarakat juga terlihat dalam orasi ilmiah pengukuhan profesornya pada 16 Januari 2025.

Ia mengangkat tema Dari Laut ke Meja Makan: Inovasi Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan untuk Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam orasi tersebut, Montolalu menguraikan potensi ikan dan hasil laut sebagai sumber protein serta pentingnya pengembangan teknologi pengolahan yang aman, bergizi, praktis, dan terjangkau.

Ia juga membahas inovasi pengawetan dan pengemasan yang dapat membantu mempertahankan mutu serta memperluas distribusi hasil perikanan.

Gagasan tersebut memperlihatkan bagaimana penelitian perguruan tinggi dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan, pengembangan sumber daya lokal, dan peningkatan nilai tambah sektor perikanan.

Bagi universitas, keterhubungan antara penelitian dan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam mengukur dampak tridharma.

Bursa Rektor UNSRAT dan Tantangan Kepemimpinan 2026–2030

Pendaftaran Montolalu berlangsung ketika UNSRAT memasuki proses pergantian kepemimpinan untuk periode 2026–2030.

Sesuai jadwal penjaringan, pendaftaran bakal calon rektor berlangsung pada 2–6 November 2026.

Tahapan selanjutnya mencakup pemeriksaan kelengkapan dan verifikasi administrasi, penetapan hasil penjaringan pada 24 November 2026, serta penyampaian visi, misi, dan program kerja pada 25 November 2026.

Pemilihan rektor dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2026.

Dalam proses tersebut, rekam pengalaman, kapasitas kepemimpinan, visi pengembangan universitas, serta kemampuan menjawab tantangan pendidikan tinggi menjadi aspek penting yang dapat ditelaah oleh sivitas akademika dan Senat UNSRAT.

Sebagai perguruan tinggi negeri berstatus BLU, UNSRAT menghadapi tantangan meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas penelitian, pengembangan inovasi, kerja sama nasional dan internasional, serta pengelolaan sumber daya yang transparan dan akuntabel.

Universitas juga dituntut memperkuat daya saing akademik, meningkatkan kualitas lulusan, mengembangkan riset berdampak, serta memastikan hasil pendidikan tinggi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pengalaman Montolalu sebagai Ketua Program Studi, Sekretaris LPPM, Dekan FPIK, hingga Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum memperlihatkan perjalanan kepemimpinan yang mencakup berbagai fungsi utama pengelolaan perguruan tinggi.

Ditambah pengalaman sebagai guru besar, asesor akreditasi nasional, reviewer penelitian, serta pimpinan organisasi profesi, rekam jejak tersebut menjadi bagian dari modal profesional yang dibawanya dalam proses penjaringan.

Keikutsertaan Prof. Roike Iwan Montolalu dalam bursa Rektor UNSRAT periode 2026–2030 sekaligus menempatkan pengalaman akademik dan manajerial sebagai salah satu perspektif dalam menentukan arah kepemimpinan universitas untuk empat tahun mendatang.***

Views 365

No More Posts Available.

No more pages to load.