Manado, Portalsulutnew.com – Perubahan kebijakan pembelajaran yang berlangsung dalam waktu singkat menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dikbud Manado, Peter Karl Bart Assa, meminta seluruh sekolah memberikan kelonggaran kepada peserta didik yang terlambat hadir maupun belum dapat mengikuti pembelajaran tatap muka, Senin (19/10/2026).
Imbauan ini disampaikan menyusul berbagai tanggapan masyarakat, termasuk keluhan sejumlah orang tua yang beredar di media sosial terkait perubahan mendadak dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pembelajaran tatap muka.
Peter Assa menilai, perubahan kebijakan dalam waktu relatif singkat perlu disikapi dengan bijaksana oleh seluruh satuan pendidikan. Karena itu, kepala sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, diminta memberikan dispensasi kepada siswa yang terdampak perubahan tersebut.
Ia juga menegaskan, peserta didik tidak boleh dirugikan akibat situasi yang berada di luar kendali mereka.
“Untuk seluruh guru agar tidak memberikan hukuman, sanksi akademik, maupun penilaian yang merugikan peserta didik akibat keterlambatan atau ketidakhadiran yang berkaitan dengan situasi tersebut,” tegas Assa.
Menurutnya, kepentingan terbaik bagi anak harus tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan kebijakan pendidikan. Sekolah diharapkan mampu memahami kondisi siswa dan orang tua yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola pembelajaran.
Peter pun berharap kegiatan belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan di Kota Manado dapat kembali berlangsung secara efektif dan normal mulai Selasa (20/10/2026).
Ia mengingatkan, dinamika kebijakan administratif jangan sampai menimbulkan dampak yang merugikan peserta didik, terutama mereka yang masih membutuhkan pendampingan orang tua dalam mempersiapkan kegiatan belajar.
“Diharapkan kebijakan ini disikapi dengan bijaksana, penuh empati, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi peserta didik. Jangan sampai dinamika perubahan kebijakan administratif justru menimbulkan konsekuensi yang merugikan anak-anak kita,” tandasnya.
Melalui imbauan tersebut, Dikbud Manado berharap seluruh sekolah dapat mengedepankan pendekatan yang manusiawi dan memberikan ruang bagi siswa untuk beradaptasi, sehingga proses pembelajaran kembali berjalan dengan baik tanpa menambah beban bagi peserta didik maupun orang tua.(ronay)






