Manado, Portalsulutnew.com – Penanganan dugaan korupsi proyek pembangunan lanjutan Kantor Bupati Baru Satu Atap di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, memasuki tahapan lanjutan. Dua tersangka berinisial AFS dan JRMS diamankan Tim Posko Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Minahasa, Jumat (9/10/2026).
Keduanya diketahui berasal dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Pengamanan tersebut dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum dalam perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri Merauke.
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, S.H., M.H, menjelaskan bahwa pengamanan kedua tersangka merupakan bagian dari pelaksanaan tugas intelijen kejaksaan, terutama dalam mendukung koordinasi antarsatuan kerja dan kelancaran proses hukum.
Menurut Eri, kegiatan tersebut melibatkan jajaran Asisten Intelijen Kejati Sulut, Kepala Seksi II, Kepala Seksi IV, Kepala Seksi Penerangan Hukum, serta unsur intelijen Kejaksaan Negeri Minahasa Utara beserta staf terkait.
Setelah diamankan, kedua tersangka bersama tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Merauke tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, sekitar pukul 15.45 WITA.
Pengamanan di bandara turut melibatkan tiga staf Kejaksaan Negeri Minahasa dan dua anggota TNI Minahasa. Sebelum melanjutkan perjalanan, para tersangka bersama tim penyidik terlebih dahulu berada di Posko Kejati Sulut.
Di lokasi tersebut, jaksa penyidik melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Sementara itu, tim pengamanan berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) untuk melengkapi administrasi penerbangan.
“Seluruh tahapan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pihak terkait, dengan tetap memperhatikan prosedur pengamanan dan kelancaran proses hukum,” jelas Eri dalam keterangan persnya.
Sekitar pukul 16.45 WITA, kedua tersangka diberangkatkan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi menuju Makassar bersama tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Merauke, yakni Hrispo M. N. Simanjuntak dan Raja Daffa Abdullah.
Pemberangkatan tersebut menjadi bagian dari proses penanganan perkara lebih lanjut oleh tim penyidik yang berwenang.
Eri menegaskan, seluruh rangkaian pengamanan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kejati Sulut, lanjutnya, akan terus mendukung pelaksanaan penegakan hukum melalui fungsi intelijen serta koordinasi yang efektif dengan aparat penegak hukum terkait.
Dukungan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan penanganan perkara berjalan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(*/romel)






