Minut, Portalsulutnew.com – PT Ratna Timur Tumarendem (RTT) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 pada Rabu (7/10/2016) dengan mengangkat tema ‘Berjalan Bersama, Maju Bersama dan Sukses Bersama’.
Sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang 15 tahun ini diawali dengan Misa Syukur yang dirangkaikan dengan penerimaan penghargaan bagi para karyawan yang telah berkarya selama 25 tahun.
Kegiatan yang berlangsung di Kapel dan Aula St. Anna Lembean ini dipimpin sekaligus homili disampaikan oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Ratna Timur Tumarendem, Sr. Irenesa Pakadang, SJMJ, SE., M.AB., serta sejumlah pejabat dan undangan. Dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut), hadir Kepala Dinas Kesehatan Allan Mingkid dan Camat Kauditan Vilma Jovita Anthonie, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Ratna Timur Tumarendem Sr. Irenesa Pakadang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan karya pelayanan kesehatan yang dinaungi PT RTT.
Ia menyampaikan penghormatan kepada Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C., para pastor, Dewan Pimpinan Kongregasi, para suster, pemerintah daerah yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, para pimpinan karya kerasulan, jajaran rumah sakit, karyawan dan karyawati, para yubilaris beserta keluarga, serta seluruh tamu undangan.
“Karena kasih setia dan penyertaan Tuhan, kita pada kesempatan ini boleh berkumpul bersama-sama untuk mensyukuri ulang tahun PT Ratna Timur Tumarendem yang ke-15,” ungkapnya.
Menurutnya, usia 15 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Selama kurun waktu tersebut, PT Ratna Timur Tumarendem terus berjuang menjalankan karya kerasulan, khususnya di bidang kesehatan.
Perjalanan tersebut, kata dia, merupakan wujud nyata dari sebuah perutusan suci yang dijalankan secara profesional dan korporasi dengan semangat kasih Kongregasi Suster-Suster Yesus Maria Yosef untuk senantiasa hadir bagi sesama, terutama mereka yang kecil dan membutuhkan.
“Di tengah dinamika dan kemajuan teknologi kesehatan, satu hal yang tidak boleh berubah adalah jiwa dari rumah sakit ini, yaitu sentuhan kasih, ketulusan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia kemudian mengangkat tema perjalanan PT RTT tahun ini, yakni “Berjalan Bersama, Maju Bersama, Sukses Bersama.”
“Berjalan bersama, maju bersama dan sukses bersama bukan hanya sebuah tema, tetapi menjadi semangat kita dalam menjalankan karya pelayanan. Keberhasilan satu unit adalah kekuatan bagi unit lainnya, dan kesulitan satu unit menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Berjalan bersama, lanjutnya, berarti seluruh jajaran merupakan satu keluarga besar dari lima jejaring rumah sakit. Keberhasilan satu unit menjadi kekuatan bagi unit lainnya, sementara kesulitan satu unit menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, maju bersama berarti seluruh jajaran dituntut untuk terus berubah, disiplin, efisien, terbuka terhadap teknologi dan mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pelayanan.
Sedangkan sukses bersama tidak semata-mata diukur dari sisi finansial, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan, meningkatnya kepercayaan pasien dan terjaminnya kesejahteraan karyawan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh jajaran memperkuat tiga pilar utama, yakni mutu klinis dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, tata kelola yang transparan, akuntabel dan efisien, serta kesejahteraan dan budaya kerja yang humanis.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada para yubilaris yang telah mendedikasikan waktu dan kesetiaannya selama 25 tahun. Sebagian dari mereka bahkan telah berkarya jauh sebelum PT Ratna Timur Tumarendem berdiri.
Kesetiaan selama seperempat abad tersebut dinilai sebagai bentuk pengabdian yang patut diapresiasi dan menjadi bagian penting dari perjalanan pelayanan kesehatan yang dijalankan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, Allan Mingkid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Minut.
Ia menyebut terdapat empat rumah sakit umum di Minahasa Utara yang terus mendapatkan pembinaan dan didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Allan juga menyinggung pentingnya pelayanan yang ramah sejak pasien pertama kali datang ke fasilitas kesehatan.
Menurutnya, bagaimana petugas menerima pasien, memberikan senyum, menunjukkan wajah yang baik, serta memberikan edukasi dan pelayanan sesuai ketentuan, akan sangat menentukan pengalaman pasien dan keluarganya.
Salah satu standar pelayanan yang terus didorong adalah kecepatan pelayanan obat setelah pasien mendapatkan pemeriksaan dokter. Untuk obat nonracikan ditargetkan dapat dilayani dalam waktu satu jam, sedangkan obat racikan ditargetkan sekitar 30 menit.
“Standar ini terus saya dorong. Rumah sakit harus terus berlomba meningkatkan pelayanan sehingga pasien bisa pulang lebih cepat dan dapat beristirahat setelah mendapatkan penanganan,” jelas Allan.
Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan obat dan penanganan penyakit yang membutuhkan pelayanan serius. Dinas Kesehatan, kata dia, terus mendorong agar kebutuhan obat dan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi.
Dalam kesempatan tersebut Allan juga menjelaskan komitmen pemerintah daerah terhadap Universal Health Coverage (UHC). Menurutnya, masyarakat Minahasa Utara harus mendapatkan akses pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan administrasi.
Apabila ditemukan pasien yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif, pihaknya tetap berupaya melakukan koordinasi dan penyelesaian agar pasien tidak mengalami hambatan dalam memperoleh pelayanan.
“Walaupun malam hari, kalau ada persoalan administrasi kepesertaan BPJS, kami akan selesaikan segera sehingga masyarakat Minut bisa keluar dari rumah sakit lebih cepat dan pelayanan berikutnya dapat berjalan,” katanya.
Allan juga mengingatkan pentingnya program Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya merokok.
Menurutnya, rokok merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit komorbid. Ia menyinggung hipertensi yang saat ini menjadi salah satu penyakit dengan angka kasus tinggi di Minahasa Utara, disusul stroke dan penyakit kronis lainnya.
Karena itu, promosi kesehatan harus dimulai dari diri sendiri dan diteruskan kepada masyarakat.
Ia berharap fasilitas kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi meningkatkan kualitas pelayanan serta mendorong masyarakat hidup lebih sehat.
“Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. Pasien harus mendapatkan pelayanan yang cepat, ramah dan berkualitas. Pemerintah akan terus mendorong rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Minahasa Utara.”
Sementara itu Direktur RS Hermana Lembean, dr. Juriko Piter Pandean, M.A.R.S., Sp.KKLP, mengatakan peringatan HUT ke-15 PT Ratna Timur Tumarendem menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan sinergi.
Ia mengapresiasi kehadiran para suster, uskup, pastor, pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, yang selama ini memberikan dukungan terhadap pelayanan rumah sakit.
Menurutnya, program pemerintah, termasuk Universal Health Coverage, sangat membantu rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa terlalu membebani pasien dengan persoalan administrasi.
Ia menilai mekanisme pelayanan tersebut menjadi pencapaian penting karena masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terlebih dahulu, sementara persoalan administrasi dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk batas waktu 3×24 jam.
“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Kami tentu akan terus bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara,” ungkapnya.
dr. Juriko juga mengajak seluruh jajaran menjadikan usia 15 tahun PT RTT sebagai momentum untuk bekerja lebih baik, menjaga persaudaraan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan di mana pun bertugas.
Ia menjelaskan, PT Ratna Timur Tumarendem menaungi lima rumah sakit, yakni RS Hermana Lembean, RS Budi Mulia Bitung, RS Kansia Tompasobaru, RS Gunung Maria Tomohon dan RS Budi Setia Langowan.
Seluruh jajaran, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dengan tulus, profesional dan berlandaskan kasih, terutama kepada masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ke depan, pihaknya juga akan terus menjaga sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan seluruh ekosistem kesehatan agar dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi masyarakat.
Terkait pengembangan rumah sakit, dr. Juriko menjelaskan bahwa kebutuhan penambahan maupun pengembangan layanan dapat dilihat dari berbagai indikator, antara lain sepuluh penyakit terbanyak yang ditangani serta jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar Kabupaten Minahasa Utara.
Salah satu layanan yang sedang diarahkan untuk dikembangkan adalah hemodialisa atau cuci darah.
Menurutnya, kebutuhan terhadap pelayanan tersebut semakin penting karena banyak penyakit metabolik yang pada akhirnya membutuhkan terapi hemodialisa.
“Kita masih dalam proses dan mengarah ke hemodialisa. Hal itu akan kita seriusi dan coba koordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar pelayanan ini nantinya dapat tersedia dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kebutuhan ambulans dan persoalan biaya akomodasi yang terkadang masih menjadi beban bagi keluarga pasien, meskipun biaya pelayanan kesehatan telah ditanggung melalui BPJS.
Peringatan HUT ke-15 PT Ratna Timur Tumarendem sekaligus penghargaan bagi para karyawan yang telah mengabdi selama 25 tahun menjadi simbol penting perjalanan panjang pelayanan kesehatan.
Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas lamanya masa kerja, tetapi juga menjadi penghormatan atas kesetiaan, dedikasi dan pengorbanan para karyawan dalam menjaga keberlangsungan karya pelayanan kesehatan.
Perjalanan PT Ratna Timur Tumarendem sendiri tidak terlepas dari sejarah panjang karya kesehatan Kongregasi Suster-Suster Yesus Maria Yosef yang telah mendekati satu abad.
“Mari kita jadikan usia 15 tahun ini sebagai momentum untuk bekerja lebih baik, menjaga persaudaraan dan terus meningkatkan pelayanan. Kita harus tetap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder agar pelayanan kesehatan semakin berdampak bagi masyarakat,” tutup Pandean.
Peringatan HUT ke-15 PT Ratna Timur Tumarendem di Kapel dan Aula St. Anna Lembean akhirnya menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan kembali komitmen seluruh jajaran untuk melanjutkan karya pelayanan kesehatan.
Dengan semangat berjalan bersama, maju bersama dan sukses bersama, PT Ratna Timur Tumarendem bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis dan berlandaskan kasih.
Perjalanan menuju usia ke-16 pun diharapkan semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan mutu layanan, memperluas akses kesehatan serta menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (**)






