MANADO | Portalsulutnew.com — Di tengah situasi ekonomi yang masih menekan banyak warga, Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia (YPSI) terus menebar kepedulian di berbagai wilayah Sulawesi Utara. Di bawah komando Ketua Umum Boyke Rompas, SH, ribuan paket bahan pokok telah disalurkan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.
Aksi sosial ini bukan baru dimulai. Sejak YPSI berdiri, Boyke bersama jajaran pengurus rutin turun lapangan menyapa dan menyerahkan bantuan tanpa perantara. Salah satu pengurus, Taufik Tumbelaka, memastikan setiap bantuan disalurkan secara tepat sasaran dan berbasis data lapangan.
“Kami pastikan penerima adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Sudah ribuan paket beras disebarkan di sejumlah kabupaten dan kota di Sulut,” ujar Taufik.
Sementara itu, Boyke Rompas menegaskan langkah kemanusiaan yang dilakukan YPSI bukan bagian dari agenda politik atau pencitraan pribadi.
“Kami hanya ingin hadir untuk membantu. Ini murni panggilan hati, sebagai bentuk syukur dan pengabdian untuk bangsa,” ucap Rompas tegas.
Ia menambahkan, banyak warga masih hidup di bawah garis kemiskinan. Karena itu, YPSI hadir sebagai wadah nyata untuk mengisi kemerdekaan melalui aksi sosial berkelanjutan.

Warisan Permesta, Semangat yang Dihidupkan Kembali
YPSI lahir dari semangat perjuangan tokoh-tokoh Permesta, salah satunya Mayor Nyong Rompas, ayahanda dari Boyke Rompas. Sang ayah dikenal sebagai penerima Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno serta pejuang yang turut dalam penyelesaian “Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi” 04 April Tahun 1961.
Melanjutkan jejak semangat itu, Boyke mendirikan Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia sebagai lembaga yang berdiri di atas nilai perjuangan dan pengabdian, bukan kepentingan politik.
YPSI kini telah diakui secara hukum melalui SK Menteri Hukum, menegaskan legalitas serta komitmennya dalam pelayanan sosial.
Struktur YPSI diisi oleh sejumlah figur berpengalaman, di antaranya Putera dari Beto Umboh (ex Komandan Batalyon F, Permesta), Frederik Anderson Umboh, SH, MP sebagai Sekretaris, dan Johanis Jantje Rumambi (mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara) sebagai Pengawas Yayasan. Juga Taufik Tumbelaka Putera bungsu dari mantan Gubernur Pertama Sulut, FJ ‘Broer’ Tumbelaka yang dikenal salah satu figur utama dibalik penyelesaian peristiwa pergolakan melalui Permesta Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi turut memperkuat jajaran, bersama tokoh-tokoh lain yang memiliki visi yang sama yakni mengabdi lewat aksi, bukan ambisi.

Menolak Politisasi dan Kepentingan Pribadi
YPSI tegas menjaga marwah organisasi agar tetap steril dari aroma politik. Boyke menyebut, siapa pun yang bergabung wajib tunduk pada semangat awal yayasan yakni pelayanan kasih tanpa embel-embel kepentingan pribadi.
“Nama Permesta itu sakral. Lahir dari semangat perjuangan dan pengorbanan. Kami ingin menjaga nilai itu tetap murni,” tandas Boyke.
Dengan basis kantor di kawasan strategis Kota Manado, YPSI terus berupaya memperluas jangkauan program sosialnya bukan hanya untuk keluarga pejuang Permesta, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Catatan:
YPSI telah menyalurkan lebih dari 2100 kantong beras super ke sekitar 56 desa / kelurahan di Minahasa Utara, Bitung, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Tomohon. (ronay)







