RELIGI | Portalsulutnew.com – Di jantung Kota Tua Jerusalem, terdapat sebuah jalan sempit yang sarat sejarah dan emosi spiritual. Jalan itu dikenal sebagai Via Dolorosa, rute yang diyakini sebagai jalur penderitaan Yesus Kristus saat memikul salib menuju penyaliban.
Nama Via Dolorosa berasal dari bahasa Latin yang berarti “Jalan Penderitaan”. Di sepanjang jalan ini, umat Kristiani percaya Yesus melewati detik-detik terakhir sebelum disalibkan. Perjalanan itu berakhir di Church of the Holy Sepulchre, gereja yang diyakini sebagai lokasi penyaliban, pemakaman, sekaligus kebangkitan Yesus.
Rute Via Dolorosa bukan jalan biasa. Sepanjang jalurnya terdapat 14 perhentian yang dikenal sebagai Stations of the Cross atau Jalan Salib. Setiap titik menandai peristiwa penting yang terjadi selama perjalanan Yesus menuju Golgota.
Perhentian itu dimulai dari lokasi Yesus dijatuhi hukuman mati oleh penguasa Romawi, hingga titik terakhir yang dipercaya sebagai tempat Yesus disalibkan dan dimakamkan. Di antara perhentian tersebut terdapat kisah-kisah dramatis, seperti saat Yesus jatuh di bawah beratnya salib, pertemuannya dengan sang ibu Maria, hingga bantuan dari Simon dari Kirene yang turut memikul salib.
Hingga kini, Via Dolorosa menjadi salah satu destinasi ziarah paling sakral bagi umat Kristiani dari berbagai penjuru dunia. Setiap hari, terutama pada hari Jumat dan selama Pekan Suci menjelang Paskah, ribuan peziarah berjalan menyusuri jalan bersejarah itu sambil berdoa dan merenungkan penderitaan Yesus.
Langkah demi langkah di Via Dolorosa bukan saja perjalanan fisik. Bagi para peziarah, rute itu menjadi simbol iman, serta pengingat akan kisah pengorbanan terbesar dalam sejarah kekristenan.***





