Pengucapan Syukur Minahasa: Gubernur Yulius dan Istri Nikmati Hidangan di Alas Daun Pisang

oleh
oleh
Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Isteri Ny Anik Yulius Selvanus saat menikmati Hidangan di alas daun pisang

Minahasa – Perayaan Pengucapan syukur sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang suku Minahasa. Tradisi ini juga sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Minahasa, untuk mensyukuri akan berkat dilimpahkan Tuhan.

Ibadah Pengucapan Syukur kabupaten Minahasa ini berlangsung di Taman God Bless Tondano, pada Minggu (20/07/2025).

Salah satu momen istimewa di Pengucapan Syukur Minahasa di Tahun 2025 ini. Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE bersama istrinya Ny Anik Yulius Selvanus.

Hadir juga Mantan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Forkopimda, beserta para Pejabat dan Jajaran di Pemkab Minahasa.

Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan apresiasinya terhadap tradisi ini. Tidak hanya menjadi momen syukur, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar warga Minahasa.

“Mari kita jadikan pengucapan syukur ini sebagai saat yang tepat untuk memantapkan langkah, membangun daerah menjadi lebih baik ke depan. Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan selamat perayaan pengucapan syukur kepada masyarakat kabupaten minahasa” ,ungkap Gubernur Yulius.

Momen Pengucapan Syukur Minahasa

Gubernur Yulius dan Isteri Ibu Anik Yulius Selvanus, berkesempatan untuk menikmati hidangan khas Minahasa yang disajikan secara unik dan penuh makna, yaitu di alas daun pisang.

Tradisi makan di atas alas daun pisang bukan hanya menampilkan cita rasa kuliner lokal, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan harmonisasi dengan alam.

Daun pisang sebagai alas makanan memiliki filosofi mendalam dalam budaya Minahasa. Selain praktis dan ramah lingkungan. Daun pisang dipercaya membawa keberkahan dan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.

Kehadiran Gubernur dan istrinya di tengah-tengah masyarakat menunjukkan pentingnya menjaga kearifan lokal serta mengapresiasi budaya daerah sebagai identitas bangsa.

Tradisi pengucapan syukur Minahasa diiringi dengan doa dan puji-pujian, menandai rasa terima kasih atas keselamatan dan kesejahteraan yang diberikan oleh Tuhan.

No More Posts Available.

No more pages to load.