Pemprov Sulut All Out Tangani Banjir Bandang Siau, Gubernur Yulius Turun Langsung Ambil Kendali

oleh
oleh
Pemprov Sulut Tangani Bencana Siau
Gubernur Yulius Selvanus SE pimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda Sulut untuk penanganan Bencana Banjir Bandang Siau Timur Kabupaten Sitaro

MANADO | Portalsulutnew.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan respons cepat dan total dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Menghadapi situasi darurat tersebut, Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE, langsung mengambil alih kendali penanganan melalui konsolidasi lintas sektor.

Langkah tegas itu diwujudkan lewat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa (6/1/2026). Dalam forum tersebut, Gubernur Yulius menegaskan satu prinsip utama yakni negara wajib hadir dan tidak boleh ragu saat rakyat tertimpa bencana.

“Dalam kondisi seperti ini, tidak ada ruang untuk lambat atau ragu. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Yulius Selvanus di hadapan jajaran Forkopimda.

Gubernur mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat telah dilakukan sejak awal, termasuk pelaporan langsung kepada Menteri Dalam Negeri. Arahan dari pusat, menurutnya, sangat jelas dan bersifat perintah.

“Perintah Mendagri tegas, pemerintah daerah harus all out untuk masyarakat. Fokus kita satu, menyelamatkan warga,” ujar Yulius dengan nada serius.

Meski demikian, proses penanganan di lapangan dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem. Distribusi logistik dari pulau besar ke lokasi terdampak masih terhambat akibat kondisi laut yang belum bersahabat.

Namun Gubernur Yulius memastikan, hambatan tersebut tidak menghentikan upaya darurat.

“Cuaca memang belum mendukung. Informasi dari BNPB akan ada bantuan kapal, tetapi sambil menunggu, evakuasi dan distribusi bantuan tetap berjalan,” jelasnya.

Data sementara mencatat 14 warga meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dalam pencarian. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur menginstruksikan seluruh unsur terkait meningkatkan status kewaspadaan.

BMKG diminta terus memperbarui informasi cuaca, sementara TNI-Polri diperintahkan menetapkan status siaga satu di wilayah terdampak. Gubernur Sulut ini juga mengingatkan agar potensi bencana susulan di wilayah sekitar tidak luput dari perhatian.

“Jangan hanya fokus pada satu titik. Wilayah dengan curah hujan tinggi dan kondisi ekstrem di sekitar lokasi juga harus diantisipasi,” tegasnya.

Selain pencarian korban, kesiapan posko bencana dan dapur umum menjadi perhatian utama. Ia menilai, sebagai daerah rawan bencana, Sulawesi Utara harus selalu siap menghadapi skenario terburuk.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Provinsi Sulut memaparkan kesiapan anggaran penanganan bencana. Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menyiapkan dana Rp3 miliar, sementara Pemprov Sulut mengalokasikan Rp5 miliar yang masih dapat ditambah sesuai kebutuhan lapangan.

Usai rapat, Gubernur kembali menegaskan fokus utama pascabencana, yakni menemukan korban yang masih hilang dan memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi.

“Sekitar 177 jiwa terdampak harus kita tangani secara menyeluruh, mulai dari logistik, pengungsian, hingga perbaikan rumah, jalan, dan fasilitas umum,” ungkap orang nomor satu di Sulut ini.

Untuk membuka akses yang tertutup material banjir, Pemprov Sulut telah mengerahkan empat unit alat berat dan dua dump truck ke lokasi. Sementara pengiriman logistik tambahan masih menyesuaikan jadwal kapal yang umumnya beroperasi pada malam hari.

“Kita menunggu waktu yang tepat sore hingga malam hari untuk pengiriman bantuan lanjutan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Gubernur Yulius mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin membantu agar menyalurkan bantuan melalui posko resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Bagi siapa pun yang ingin berempati dan membantu, silakan menyalurkan bantuan melalui posko resmi di Kantor Gubernur Sulawesi Utara,” pungkasnya.(*/romel)

No More Posts Available.

No more pages to load.