Menyala 24 Jam! Program “Sulut Terang” Gubernur Yulius Sentuh 4 Pulau Terluar

oleh
oleh
Program Sulut Terang
Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE Resmikan Peluncuran listrik 24 jam di Empat Pulau terluar di Sulawesi Utara secara Virtual

MANADO | Portalsulutnew.com — Menjelang perayaan Natal 2025, denyut kehidupan di empat pulau terluar Sulawesi Utara mulai berubah.

Dengan hadirnya listrik yang kini menyala tanpa jeda. Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus memastikan layanan listrik 24 jam penuh bagi masyarakat kepulauan melalui program unggulan “Sulut Terang.”

Empat pulau yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut yakni Pulau Mantehage dan Pulau Nain di Minahasa Utara, Pulau Kakorotan di Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Pulau Buhias di Kabupaten Sitaro.

Akses listrik penuh ini resmi dinikmati masyarakat sebelum Natal, mengakhiri penantian panjang warga yang selama ini hidup dengan pasokan listrik terbatas.

Peresmian layanan dilakukan secara virtual dari Wisma Negara Bumi Beringin, Manado. Meski terpisah jarak, interaksi Gubernur dengan warga kepulauan berlangsung hangat.

Antusiasme masyarakat pun tak terbendung ketika menyampaikan perubahan nyata yang mereka rasakan.

“Sekarang listrik sudah 24 jam. Ada yang sudah beli kulkas, anak-anak juga bisa belajar lebih nyaman di malam hari,” ujar perwakilan warga dan pelajar dari pulau-pulau tersebut, serempak menyambut kebijakan itu dengan ungkapan, “Menyala Gubernurku,” Selasa (16/12/2025).

Didampingi Wakil Menteri Desa Reza Patria, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Bupati Minahasa Utara, serta unsur Forkopimda dan jajaran Pemprov Sulut, Gubernur Yulius menyambut respons masyarakat dengan optimisme.

Menurutnya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi pintu masuk bagi kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup warga kepulauan.

“Ini bukan hanya soal lampu menyala, tapi tentang keadilan layanan dasar bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara, termasuk di wilayah terluar,” tegas Gubernur Yulius.

Ia menyebut percepatan listrik 24 jam sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan inklusif dan pemerataan energi.

Apresiasi juga datang dari pemerintah kabupaten terkait. Para bupati Minahasa Utara, Talaud, dan Sitaro menilai keberhasilan ini lahir dari kolaborasi kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten, sekaligus menjawab kebutuhan mendasar masyarakat kepulauan.

Bagi warga, kehadiran listrik tanpa henti menjadi lebih dari sekadar fasilitas. Mereka menyebutnya sebagai “kado Natal paling berharga,” simbol perhatian negara yang akhirnya hadir hingga ke batas terluar Nyiur Melambai. (romel)

No More Posts Available.

No more pages to load.