Manado – Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Informasi dan Teknologi, Januardo Binilang, menyebutkan transformasi Digital harus sejalan dengan visi Pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus.
Pernyataan itu disampaikan Januardo pada forum diskusi bersama para awak media, Senin (21/07/2025).
Ia memaparkan peran strategisnya sebagai penghubung antara kebijakan teknologi Gubernur Yulius Selvanus dengan implementasi di lapangan.
“Tugas utama saya memastikan transformasi digital sejalan dengan visi pemerintahan dan Program Gubernur Sulut. Demi mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan inklusif‘,tegasnya.
Januardo Binilang menjelaskan bahwa tanggung jawabnya bersifat multidimensi. Fokus utama mencakup merumuskan kebijakan standar TI, untuk seluruh perangkat daerah.
“Termasuk penguatan e-government, data terbuka, keamanan siber, dan infrastruktur digital”,tukasnya.
Pihaknya membantu menyusun peta jalan transformasi digital, khususnya dalam mempercepat digitalisasi pelayanan publik agar lebih mudah diakses.
Binilang menekankan, pendekatannya tidak teknis-operasional, melainkan kebijakan makro yang terintegrasi dengan program gubernur .
Meski demikian, Januardo menegaskan bahwa koordinasi dengan Dinas Kominfo Sulut tetap menjadi tulang punggung eksekusi kebijakan.
“Kami tidak bekerja sendiri. Hasil profiling penyedia layanan internet atau koordinasi dengan lembaga seperti KPID Sulut, selalu diselaraskan dengan Dinas Kominfo,” jelasnya merujuk pada kegiatan seperti pemetaan 10 ISP dan sinkronisasi pengawasan konten siaran .
Ia membagikan contoh konkret proyek profiling ISP yang diperintahkan langsung oleh Gubernur. Tujuannya memastikan kualitas layanan internet sesuai standar teknis dan kebutuhan publik.
“Ini langkah strategis untuk mendukung infrastruktur digital Sulut,” tambahnya. Hasilnya telah dilaporkan ke gubernur dan menjadi bahan evaluasi.
Binilang berharap media aktif menyosialisasikan kemajuan transformasi digital Sulut.
“Awak media adalah mitra kunci dalam menyebarluaskan informasi kebijakan TI kepada masyarakat,” katanya. Ia mendorong jurnalis memanfaatkan kanal komunikasi dengan Dinas Kominfo, terutama terkait program kerja sama media.
Pada bagian krusial dialog, ia membeberkan upaya digitalisasi layanan publik sebagai prioritas. Targetnya adalah mengintegrasikan sistem informasi daerah untuk memangkas birokrasi.
“Contohnya, aplikasi seperti Portal Satu Data Sulut dan e-Sign sedang kami dorong agar bisa diakses semua lapisan masyarakat,” ungkapnya, merujuk pada inisiatif yang dikembangkan Dinas Kominfo .
Menjawab pertanyaan media soal tantangan, Binilang mengakui kompleksitas integrasi data antarsektor. Namun, ia menjamin roadmap transformasi digital sedang disusun untuk mengatasi hal ini, termasuk peningkatan keamanan siber dan penyiapan SDM.
“Kami juga sedang mendorong pelatihan bagi media online agar konten informasinya selaras dengan kebijakan daerah,” tambahnya,
Menutup diskusi, Binilang kembali menekankan prinsip kolaborasi.
“Peran saya hanyalah memastikan teknologi menjadi alat pemersatu, bukan penghalang. Untuk itu, dukungan media dan sinergi dengan Dinas Kominfo sangat menentukan,” pungkasnya.
Ia berjanji terus membuka ruang dialog guna memastikan transparansi kebijakan digital Sulut .
Pertemuan ini tidak hanya mengklarifikasi peran Staf Khusus Gubernur bidang IT, tetapi juga mempertegas komitmen Sulut menuju pemerintahan digital yang terukur. Dengan media sebagai mitra, sosialisasi kebijakan TI diharapkan menjangkau seluruh masyarakat tanpa distorsi.(*)





