MANADO | Portalsulutnew.com – Inspektorat Kota Manado mempertegas komitmennya memberantas segala bentuk penyimpangan dan kecurangan dalam pengelolaan keuangan pemerintahan. Tidak main-main, pengawasan kini dipertebal dengan sistem digital yang dirancang untuk mendeteksi pelanggaran sejak dini.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang mumpuni serta kolaborasi aktif bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Manado terus memperkuat barisan pengawasan internal di lingkup Pemerintah Kota Manado.
Inspektur Daerah Kota Manado, Judhy E. Rumagit, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun sistem pengawasan berbasis website bernama “Si Awas Manadokota.co.id” sebagai instrumen utama pengawasan modern.
“Saat ini kanal Si Awas telah menyediakan tiga layanan utama, yakni Whistleblowing System, Layanan Pengaduan, dan Layanan Konsultasi,” ungkap Rumagit saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/01/2026).
Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang untuk memudahkan seluruh stakeholder di lingkungan Pemkot Manado, baik dalam melaporkan dugaan penyimpangan di masing-masing SKPD, mengajukan pengaduan, maupun meminta konsultasi terkait tata kelola pemerintahan.
Tak hanya itu, Si Awas juga memungkinkan pelapor memantau secara langsung status pengaduan hingga mengetahui hasil penanganannya.
“Tujuan utama kanal ini adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan dan kecurangan. Ini bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan,” tegas Rumagit.
Di sisi lain, Rumagit mengingatkan seluruh pejabat penyelenggara pemerintahan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Manado agar menjalankan pelayanan publik sesuai prosedur dan taat aturan.
“Supaya terhindar dari persoalan yang bisa berdampak ke ranah hukum,” imbaunya.
Ia juga mengakui, Inspektorat Manado masih memiliki pekerjaan rumah besar, yakni menindaklanjuti sejumlah temuan sejak tahun 2004, baik yang bersifat finansial maupun nonfinansial.
“Kendalanya, ada pihak ketiga yang sudah meninggal dunia dan ada pula yang alamatnya tidak lagi jelas. Namun, sekitar 70 persen lebih temuan tersebut sudah berhasil diselesaikan,” pungkasnya. (ronay)





