Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Apel Operasi Ketupat Samrat 2026, 623 Personel dan 80 Pos Disiapkan Amankan Idul Fitri di Sulut

oleh
oleh
Apel Siaga Operasi Ketupat Samrat 2026
Gubernur Sulut Yulius Selvanus memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2026. Sebanyak 623 personel dan 80 pos pengamanan disiagakan untuk menjaga keamanan mudik dan Idul Fitri di Sulawesi Utara.

MANADO | Portalsulutnew.com – Menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama aparat keamanan memastikan kesiapan penuh menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kesiapan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2026 yang dipimpin langsung Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., di Lapangan Mapolda Sulut, Kamis (12/3/2026) pagi.

Apel ini menunjukkan bahwa seluruh unsur pengamanan telah siaga menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama masa mudik hingga perayaan hari raya.

Sebanyak 623 personel gabungan Polri diterjunkan untuk mengamankan jalur mudik serta pusat aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Aparat juga menyiapkan 80 pos pengamanan yang tersebar di titik-titik strategis.

Puluhan pos tersebut terdiri dari 48 Pos Pengamanan yang difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, 18 Pos Pelayanan untuk membantu kebutuhan para pemudik, serta 14 Pos Terpadu yang menjadi pusat koordinasi lintas instansi selama operasi berlangsung.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan kunci utama menjaga situasi tetap kondusif selama momentum Idul Fitri.

“Melalui apel gelar pasukan ini kita memastikan seluruh personel benar-benar siap menjalankan tugasnya. Saya berharap seluruh unsur yang terlibat bekerja maksimal sehingga masyarakat Sulawesi Utara dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan Operasi Ketupat Samrat merupakan operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, BMKG, Basarnas, Satpol PP hingga elemen masyarakat.

Operasi Ketupat Samrat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Fokus pengamanan mencakup jalur transportasi darat, laut, dan udara, pemantauan aktivitas di ruang digital, hingga penjagaan rumah warga yang ditinggalkan saat mudik.

Tak hanya itu, aparat juga akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras, senjata tajam, petasan, serta narkotika guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali selama perayaan Idul Fitri.

Apel tersebut turut dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait lainnya. (*/romel)

No More Posts Available.

No more pages to load.