Di Tengah Duka Ranomuut, Kepedulian AdvoKAI Sulut Menguatkan Asa Para Lansia Korban Kebakaran

oleh
oleh
AdvoKAI Sulut Peduli Korban Kebakaran Panti Werda Damai Ranomuut
Presidium AdvoKAI Sulut memberikan bantuan bagi para Lansia korban kebakaran Panti Werda Damai Ranomuut

MANADO | Portalsulutnew.com – Suasana duka masih menyelimuti Panti Werda Damai Ranomuut, Kota Manado, pasca kebakaran hebat yang merenggut nyawa 16 lansia. Di balik kepiluan tersebut, secercah harapan hadir melalui kepedulian Presidium Kongres Advokat Indonesia (AdvoKAI) Sulawesi Utara, yang turun langsung menyapa para korban selamat.

Presidium AdvoKAI Sulut bersama Ketua Panti Werda Damai Ranomuut

Pada Selasa, 30 Desember 2025, Presidium AdvoKAI Sulut yang terdiri dari Adv. Fermando Silalahi, S.H., Adv. Anace Agustina Padang, S.H., dan Adv. Andref Papudo, S.H., bersama Sekretaris dan Bendahara AdvoKAI Sulut, mendatangi lokasi Panti Werda Damai Ranomuut.

Kunjungan dan bakti sosial tersebut dilanjutkan ke RSUD Manado, tempat para oma dan opa korban kebakaran kini menjalani perawatan intensif.

Presidium AdvoKAI Sulut foto bersama dengan Kapolsek Tikala di lokasi kebakaran Panti Werda Damai Ranomuut

Di ruang perawatan rumah sakit, wajah-wajah lansia tampak lelah namun penuh rasa syukur. Senyum perlahan merekah, meski duka kehilangan rekan-rekan seperjuangan masih membekas.

Mereka bersyukur karena Tuhan masih memberi kesempatan hidup, sekaligus terharu atas perhatian yang terus mengalir.

Presidium AdvoKAI Sulut menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

Presidium AdvoKAI Sulut foto bersama Staf Khusus Gubernur bidang Kepemudaan Christian Yokung di lokasi kebakaran Panti Werda Damai Ranomuut

Bantuan tersebut mungkin tak sebanding dengan duka yang dialami, namun kehadiran dan empati yang ditunjukkan menjadi penguat batin bagi para korban.

Sebelumnya, di lokasi Panti Werda Damai Ranomuut, rombongan AdvoKAI Sulut disambut oleh Ketua Panti Werda, Kapolsek Tikala, serta Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Kepemudaan, Christian Yokung.

Salah satu Presidium AdvoKAI Sulut, Adv. Anace Agustina Padang, S.H., menegaskan bahwa kehadiran mereka dilandasi nilai kemanusiaan dan rasa empati terhadap para lansia yang tertimpa musibah.

Penyerahan bantuan oleh Presidium AdvoKAI Sulut kepada para Lansia korban kebakaran yang sedang dalam perawatan di RSUD Manado

“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap oma dan opa korban kebakaran. Meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun nilai kemanusiaanlah yang mendorong kami untuk datang dan berbagi,” ujar Anace Padang, yang juga menjabat Ketua DPD BARMAS Kota Manado.

Ia berharap para korban mendapatkan perawatan medis yang maksimal agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

Rasa haru dan bahagia pun tergambar jelas dari para korban. Selain perhatian pemerintah, mereka merasa tidak sendiri karena masih banyak pihak yang peduli dan datang menjenguk.

“Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Tuhan memberkati,” ucap beberapa oma dan opa dengan suara lirih di ruang perawatan RSUD Manado.

Sementara itu, Adv. Fermando Silalahi, S.H., berharap aksi sosial AdvoKAI Sulut ini dapat menjadi pemantik kepedulian bagi organisasi profesi lainnya.

“Kami berharap semakin banyak tangan-tangan yang tergerak untuk peduli dan memberikan perhatian bagi para korban kebakaran Panti Werda Ranomuut,” tuturnya.

Di sisi lain, Adv. Andref Papudo, S.H., menyoroti pentingnya pengawasan pemerintah daerah terhadap standar kelayakan Panti Werda, baik dari sisi bangunan maupun infrastruktur penunjang keselamatan.

“Pengawasan sangat penting, bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga keselamatan para penghuni yang semuanya lanjut usia,” jelasnya.

Ia menekankan perlunya desain bangunan yang ramah lansia, termasuk penyediaan pintu-pintu darurat agar memudahkan evakuasi saat terjadi musibah. Menurutnya, bangunan panti sebaiknya tidak sepenuhnya bersifat permanen tertutup.

Lebih jauh, Andref mendorong pemerintah agar menyediakan fasilitas khusus bagi lansia, bukan sekadar gedung tertutup, melainkan ruang terbuka dengan halaman yang memungkinkan mereka berolahraga ringan, bersosialisasi, dan menikmati masa senja dengan lebih layak.

“Akan lebih baik jika ada petugas atau perawat yang tinggal bersama para lansia di tempat-tempat tersebut,” tambahnya.

Ia juga mengimbau anak-anak dan keluarga para lansia agar lebih memberikan perhatian dan kasih sayang kepada orang tua mereka.

“Peristiwa ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk menyayangi dan merawat orang tua, meski di tengah kesibukan. Kita tidak akan ada tanpa mereka. Kasih sayang, doa, dan pengorbanan merekalah yang membesarkan kita,” pungkas Adv. Andref.

Di tengah tragedi yang menyisakan luka mendalam, kepedulian AdvoKAI Sulut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih hidup dan menguatkan harapan, menghangatkan hati, serta mengingatkan bahwa para lansia tidak pernah sendiri. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.